All You Can Find About GARO Universe

Talks About The Golden Knight Universe, such as news, musics, lyrics etc

Shin Megami Tensei IV Tips

Looking for another SMTIV tips? Here's the place !!

PPSSPP Compatible Games For GPU MALI 400

See My Compatible List Before Downloading Your PSP Games for Your Android Device

Romaji Lyric

My New Finished Romaji Lyric

Action Figure Corner

My Hero in Action !!!

Torchlight 2

Review, Best Mods Ever, Etc

The Sims 4

Pages Under Development, Coming Soon

Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan

1/08/2017

[Review] Vegasus K10: Affordable Mem-chanical Keyboard

Vegasus K10
Price: IDR 180,000 - 200,000

Selamat hari Natal (meski telat) dan Selamat Tahun Baru 2017 (walau telat seminggu). Awal tahun ini akhirnya saya memutuskan untuk kembali menulis di blog ini. Mungkin kedepannya saya akan rajin kembali menulis sejumlah artikel yang sebenarnya belum sempat diposting (masih dalam bentuk draft. Ya, pada review kali ini saya akan membahas loot bulan Desember kemarin (sebenarnya ada 1 lagi, yaitu: External Harddisk 2 TB, dan review akan menyusul nanti), yaitu: Keyboard Vegasus K10.

Packaging & Accessories

Packaging pada Vegasus K10 terbilang cukup ringkas, kelengkapan yang saya dapat di dalam box hanya 1 unit keyboard saja, saya tidak terlalu ingat ada apa saja di dalam boxnya karena sebelum beli saya sempat tes semua fungsi keyboard. Keterangan dalam packaging mudah dipahami, Vegasus K10 hadir dalam 2 varian warna yaitu: Hitam dan Putih.

Performance & Detail

Dibanderol dengan harga yang cukup murah, keyboard Vegasus K10 terbilang nyaman digunakan, desain ergonomis atau sering juga disebut keyboard TKL (Ten Keyless Keyboard) ini menyasar para user yang menginginkan alternatif keyboard tanpa fungsi numpad (mungkin dengan alasan tidak memakan tempat dan lebih portable).

Pengalaman menggunakan Vegasus K10 selama hampir sebulan ini terbilang cukup menarik. Sangat nyaman dipakai untuk mengetik tapi tidak terlalu mengesankan ketika dipakai bermain game, terlalu rapatnya jeda diantara tombol membuat jemari saya yang besar harus beradaptasi dengan ukuran keyboard Vegasus K10.

Vegasus K10 ini dilengkapin dengan lampu RGB (Red, Green, Blue) yang mempertegas bahwa ini adalah Keyboard Gaming. Anda dapat menyalakan/mematikan fungsi lampu ini dengan menekan tombol SL pada sisi kanan Keyboard, Vegasus K10 ini juga memiliki 3 level nyala mampu yang semuanya bisa diatur dengan tombol kombinasi Fn + PU dan Fn + PD.

Karena terbilang murah pula, tekstur tombol tidak lembut, mungkin karena pengaplikasian cat hitam pada tombolnya terbilang kurang bagus dan mudah sekali terkelupas apabila anda menggunakannya 1-2 pekan dengan tangan yang mudah berkeringat.

Pros & Cons

+ Ergonomis.
+ Sudah menggunakan USB dan kabelnya cukup tebal.
+ Murah meriah dan dilengkapi lampu RGB.
+ Cukup nyaman dipakai untuk mengetik.

Conclusions

Dengan budget seratus ribuan anda bisa mempertimbangkan untuk memiliki keyboard bernuansa gaming ini, tidak nyamannya saat pertama kali digunakan cenderung seperti adaptasi ketika anda menggunakan laptop berukuran 15 inch lalu anda pindah ke ukuran yang lebih kecil misalnya 13" atau 10". Bukan kelemahan yang fatal karena ini adalah masalah adaptasi saja jadi saya tidak akan menulisnya pada bagian kelemahannya.

Seperti kata banyak orang harga sebanding dengan apa yang kita dapat, secara keseluruhan kesimpulan yang saya dapat untuk keyboard Vegasus K10 ini cukup baik dan masih layak untuk dipertimbangkan sebagai keyboard gaming yang relatif murah.

4/11/2016

[Review] Smartfren Andromax E2

Smartfren Andromax E2
Price: IDR 899,999,-

Sebenarnya membeli Smartfren Andromax E2 bukan keputusan yang didasari karena saya telah memiliki seri pendahulunya yaitu seri Es. Terlebih karena yang saya incar adalah Smartfren Andromax R2 sedang habis stoknya di gerai resmi Smartfren. Tentunya sebagai suksesor seri E, konsumen setia mengharapkan harga yang hanya berbeda Rp. 100.000,- ini memiliki paling tidak 1-2 fitur unggulan, apa saja kelebihannya melalui review ini saya akan membeberkan pengalaman saya memakai Smartfren Andromax E2.

Spesifikasi

Dual Sim Card (4G LTE/CDMA & 2G GSM)
Layar: 4.5" FWVGA
ROM: 8 GB
RAM: 1 GB
Koneksi: Wifi & Bluetooth 4.0
OS: Android 5 (Lolipop)
GPU: Adreno 304
CPU: Snapdragon 212 Quad Core 1.3GHz Cortex A7
Camera: 5 Mp flash with Autofocus (Depan&Belakang)
Battery: 2000 mAh

Jika sebelumnya seri Andromax E ditangani oleh dua pabrik yaitu Hisense dengan produk Andromax Es nya dan Haier dengan produk Ec nya, maka suksesor dari seri E ini dimanufaktur oleh Haier seorang diri.

Packaging & Accessories 
Packaging pada seri E2 pun mengalami perubahan dalam hal warna yang mendominasi pada boxnya. Jika seri pendahalunya didominasi warna hitam maka pada seri suksesornya sekarang warna merah yang mendominasi menjadi andalan dari Smartfren.


Yang didapat selain tentu saja Smartphone Andromax E2 tidak banyak berubah jika dibandingkan dengan seri pendahulunya yaitu seri Es yang saya miliki. Buku manual, kartu garansi, earphone & charger (belum sempat difoto) sudang barang tentu menjadi barang yang wajib ada dalam pembelian seri smartphone ini.

The Phone




Smartfren Andromax E2 memiliki dimensi ukuran 4.5", artinya lebih besar 0.5" dibandingkan dengan seri Andromax Es maupun Ec. Bezel yang digunakan di seri smartphone ini berbahan dasar plastik agak licin namun secara keseluruhan pemakaian, seri smartphone ini cukup nyaman digunakan terlebih untuk anda yang memiliki jemari besar yang tidak memungkinkan mengoperasikan smartphone berukuran 4" dalam aktivitas sehari-hari.

Head to Head Es Vs E2



Akhirnya saya bisa membandingkan 2 smartphone dari 2 pabrikan berbeda, apa saya yang berbeda dan apa saja improvisasi yang diberikan mari simak saja pengalaman saya menggunakan Smartfren Andromax E2.

Music

Jika pada Smartfren Andromax Es music equalizer dipercayakan pada Dolby maka pada seri E2 ini Smartfren mempercayakannya kepada DTS. DTS pada Smartfren E2 memiliki kelebihan yang akan sangat terasa jika anda menggunakan earphone untuk mendengarkan lagu. Pasalnya, efek surround dan bass hanya akan dapat dipakai saat anda menggunakan earphone, saya akui ini bahkan melebihi kualitas suara yang dihasilkan Dolby. Sedangkan jika melakukan uji coba speaker, Smartfren Andromax Es menang mutlak karena semua efek equalizer dapat digunakan selain itu DTS hanya membekali equalizer nya dengan 1 profile dan Dolby memiliki 2 profile.

Battery

Saya sempat mengeluhkan kapasitas baterai di review Smartfren Andromax Es, pada Smartfren Andromax E2 ini kapasitas baterai layak diberikan pujian. 2000 mAh cukup untuk menemani aktivitas anda.

Camera
Kamera Smartfren Andromax E2 kini dilengkapi dengan auto fokus di kedua kameranya. Pencarian fokus tanpa menyentuh auto fokus di layar terbilang cukup cepat sekitar 3-4 detik.

Dimension

Sudah cukup jelas sebenarnya saya bahas diatas. Secara pemakaian Smartfren Andromax E2 lebih nyaman digenggam karena lebih besar cocok untuk anda yang memiliki jemari yang sering typo mengetik di layar 4".

VoLTE

VoLTE merupakan 1 fitur eksklusif yang hanya terdapat pada seri Smartfren Andromax terbaru yaitu E2 & R2. Fungsi VoLTE ini selain memperkuat tangkapan sinyal ketika anda dalam 4G mode juga memperjelas suara orang yang anda telepon.

Pros & Cons

+ Ukuran lebih besar dari pendahulunya
+ VoLTE, tangkapan sinyal jauh lebih baik dari seri Es
+ Performa baterai memuaskan

- Kamera memang dilengkapi dengan auto fokus yang responsif namun kualitas pengambilan gambar masih tetap didominasi dengan banyaknya noise pada gambar.
- Tidak ada peningkatan kualitas pada speaker, selain itu untuk kualitas music equalizer DTS belum cukup layak bertarung dengan Dolby

Conclusions

Untuk penggunaan sehari-hari Smartfren Andromax E2 sangat direkomendasikan dibandingkan dengan seri Ec/Es yang hanya memiliki kapasitas baterai 1500 mAh saja. Sisi konektivitas layak dipuji karena fitur VoLTE nya. sedangkan lainnya seperti kamera & musik mungkin menjadi 'PR' tersendiri untuk pabriknya yaitu Haier. Untuk performa jujur saya belum sempat melakukan uji coba gaming dan hasil uji coba kameranya pun belum sempat saya posting ketika tulisan ini terbit, namun untuk pembaca yang ingin tahu anggap saja ini preview sebelum saya lengkapi artikel ini.

11/29/2015

[Review] Smartfren Andromax Es (C46B2G)

Smartfren Andromax Es/C46B2G
Price: IDR 799,000,-

Bisa dibilang saya mungkin adalah salah seorang veteran downloader yang dari zaman kuliah setia menggunakan produk ISP besutan Smart (sekarang berganti nama menjadi Smartfren). Download konten digital berpuluh-puluh GB tak gentar saya lakukan ketika saat itu provider Smart belum memberlakukan FUP (Fairly Usage Policy) yang membebankan kecepatan internet ketika mencapai batas kuota tertentu.
Ketika Smart memutuskan mengakuisisi Fren, mulailah babak baru dimana Smart berevolusi menjadi Smartfren dengan kebijakan baru yang menggerus kesetiaan para pelanggannya salah satunya adalah dengan diberlakukannya FUP. Ada yang menyerah pindah beralih ke jaringan GSM 3G yang memang diakui memiliki sinyal kuat bila dibandingkan dengan jaringan EVDO milik Smartfren yang diklaim setara dengan 3G, ada pula yang berpindah pada jaringan internet sejenis Telkom Speedy atau First Media dengan fiber optiknya. Tetapi tidak sedikit pula yang tetap bertahan karena paket internet yang ditawarkan Smartfren cukup kompetitif dengan saingannya yaitu jaringan GSM.

Memasuki tahun 2014-2015, saya dengar melalui isu bahwa kebijakan menkominfo mempengaruhi keberlangsungan jaringan CDMA di tanah air, namun Smartfren tetap bertahan kokoh bahkan bersama kompetitornya di jaringan GSM ikut bermain di jaringan generasi ke empat (4G) tentunya dengan paket internet yang cukup menarik minat.

Tentunya menikmati jaringan 4G tidak dapat dilakukan jika tidak memiliki handphone atau modem yang mendukung pita jaringan 4G. Maka dari itu pihak Smartfren menyediakan varian seri terbaru ponselnya yang mendukung jaringan 4G, dan pada kesempatan kali ini saya akan memberikan review salah satu dari jajaran ponsel terbaru milik Smartfren yaitu: Smartfren Andromax Es.

Spesifikasi Smartfren Andromax Es/C46B2G 

Dual Sim Card (4G LTE/CDMA & 2G GSM )
Layar: 4” WVGA
ROM: 8 GB
RAM: 1 GB
Koneksi: Wi-fi & Bluetooth 4.0
OS: Android 5 (Lolipop)
CPU: Snapdragon 410 Quad Core 1.2 GHz Cortex A53
GPU: Adreno 306
Camera: 5 Mp Flash (Depan & Belakang)
Battery: 1500 mAh

Sebenarnya seri Es memiliki saudara kembar yaitu seri Ec, yang membedakan keduanya adalah Es dibuat oleh Hisense sedangkan Ec dibuat oleh Haier, manajemen pengolah audio seri Es dipercayakan kepada Dolby sedangkan pada seri Ec menggunakan DTS.  Selebihnya keduanya memiliki spesifikasi yang sama.
Memang dari seri handphone Andromax 4G yang dikeluarkan Smartfren, Seri E merupakan seri termurah namun spesifikasi yang ditawarkan pada seri diatasnya seperti Q/Qi & R tidak jauh berbeda dengan seri Es/Ec. PerbedaanFitur yang tidak terdapat pada seri Es/Ec hanyalah pada dimensi layar (Es/Ec hanya 4” saja), Kamera (seri R memiliki kekuatan 8 Mp serta fitur autofokus hanya terdapat pada seri Q/Qi & R), Kapasitas baterai, OS (Hanya seri Q saja yang menggunakan OS Cyanogen) & Audio (Hanya seri Q saja yang menggunakan Cyanogen Audio Fx).


Packaging & Accesories
Semua seri handphone 4G Smartfren Andromax memiliki pembungkus yang dominan berwarna hitam dengan sedikit aksen merah yang menjadikannya seperti handphone eksklusif. Aksesoris yang didapat terbilang cukup standar, seperti: Charger & Earphone.

Performance
Pada iklan di tv selain mengklaim menjadi salah satu provider internet 4G tercepat, Smartfren juga mengklaim dengan GPU Adreno  306 & CPU Snapdragon 410 menjadikan pengalaman bermain game lebih baik, kenyataannya tidak demikian. Sepertinya menjadi pekerjaan rumah juga untuk pihak pembuat Handphone, yaitu Hisense untuk membenahi seri Handphone nya agar kedepannya lebih baik karena performa bermain game pada seri Smartfren Andromax Es tidak sedikit menimbulkan lag berlebih serta waktu booting game yang lama. Selain itu tidak hanya pada performa gaming saja, Booting pada saat menyalakan handphone pun terasa lama.

Menyematkan Dolby tidak serta merta menjadikan seri Smartfren Andromax 4G sebagai handphone musik yang mumpuni karena tidak disandingkan dengan kualitas speaker yang baik pula, kualitas speaker masih kalah jernih dengan salah satu Handphone milik saya yaitu Imo S88 yang juga manufaktur pabrikan asal negeri Tiongkok. Kualitas earphone bawaan pun jangan terlalu diharapkan, akan lebih baik lagi jika anda membeli earphone khusus musik untuk mendapat pengalaman terbaik mencicipi Dolby melalui handphone Smartfren 4G dan tentunya konfigurasi anda sendiri ikut berpengaruh menaikkan kualitas suara ketika mendengarkannya melalui earphone merk lain.

Kualitas Foto
Kamera Depan Outdoor

Kamera Belakang Outdoor

Kamera Belakang Indoor

Kamera Belakang Indoor + Flash
Meskipun tanpa auto fokus, kualitas foto yang dihasilkan baik kamera depan maupun belakang cukup ok terlebih meskipun menjadi seri termurah, seri Es ini juga disematkan lampu Flash pada kamera depan dan belakangnya.

Pros & Cons
+ Murah, terlebih kalau anda mendapatkan sms promo dari Smartfren
+ Kualitas foto tidak mengecewakan
+ Dolby
+ Koneksi 4G bisa setara koneksi Fiber Optik, namun tergantung pada daerah anda tinggal.

- Performa kurang memuaskan
- Secara resmi seri Es/Ec tidak mempunyai Case/Cover, namun anda dapat membeli Case Universal
- Kapasitas Baterai kecil
- Kualitas Speaker kurang bagus.

Conclusion
Seri Es sejatinya belum layak untuk menemani aktivitas sehari-hari anda dikarenakan kapasitas baterai yang sangat lemah, Ketahanan saat Standby memang dikatakan bisa bertahan selama 1 hari, namun saat dipakai kurang dari ½ hari baterai sangat cepat sekali habis. Performa Hardware dirasa belum maksimal meskipun menggandeng fitur (Dolby) & komponen ternama (seperti GPU & CPU). Namun jika anda berkeinginan menikmati paket True Unlimited yang masih promo sampai April 2016, seri termurah dari jajaran Handphone 4G smartfren ini layak dipertimbangkan.

Bonus:

Alternative Case From Wellcomm
IDR 50,000,-


Interface Smartfren Andromax Es





4G


Dolby Sound Tester





2/01/2015

[Review] Evercoss AT1A*


Evercoss AT1A*
Price: IDR 1,000,000 - 1,300,000

Saya mendapatkan Evercoss AT1A* ini sekitar pertengahan tahun lalu dengan maksud yang sudah pasti mengekspansi pengalaman saya bermain game. Saya pribadi selalu melakukan observasi terhadap suatu produk yang akan saya miliki sebelum saya membelinya agar tidak kecewa nantinya.

Sejumlah merk Android Tablet berukuran 7” sempat jadi pertimbangan saat itu dengan kisaran budget 1,5 – 2 Juta keatas, mulai dari Advan, Lenovo, Acer, Asus dan beberapa merk lain dengan kisaran tersebut yang tidak saya ingat. Setelah membandingkan dengan terperinci pilihan saya akhirnya jatuh kepada Evercoss AT1A* yang memiliki spesifikasi kurang lebih sama dan harga yang justru dibawah budget saya dengan kompetitor lainnya yang memiliki spesifikasi serupa namun harganya di kisaran budget yang saya tetapkan.



Spesifikasi dari Evercoss AT1A*
Dual SIM Card (GSM & GSM) keduanya mendukung HSDPA & 3G
Dimensi:  190 mm (Panjang) x 108 mm (Lebar) x 10.6 mm (Ketebalan) x 341.1 gr (Berat)
Layar: IPS LCD 7” (1024 x 600 Pixel) 'hanya pada seri AT1A* saja'
ROM 8 GB & Expendable Up To 32 GB (MicroSD)
RAM 1 GB
Koneksi: WI-fi & Bluetooth 4.0
OS: Android 4.2 (Jelly Bean)
CPU: Mediatek MT6582 Quad Core 1.3 GHz
GPU: MALI 400 MP2
Camera: 3 MP (Belakang) & 1.3 MP (Depan)
Battery: 4100 mAh

Sebenarnya seri Evercoss AT1A di pasaran ini memiliki 2 seri, yang pertama adalah AT1A dan yang kedua adalah AT1A*. Menurut kabar yang beredar, AT1A* adalah improvisasi dari AT1A dengan implementasi layar IPS yang tidak terdapat pada tablet AT1A serta firmware terupdate yang menjadikan AT1A* ini lebih kencang performanya ketimbang yang tanpa *.
 
Hal ini jarang disinggung dan hanya segelintir orang saja yang mengetahui adanya versi improvisasi dari Evercoss AT1A. Minimnya pemberitahuan melalui media  membuat para calon konsumen kebingungan apalagi para penjual yang kebanyakan tidak tahu perbedaan yang ada * nya maupun yang tidak ada * nya. Cara termudah mengetahuinya adalah dengan mengecek stiker IMEI pada permukaan box bagian samping, jika ada Tulisan Evercoss AT1A* maka dapat dipastikan tablet Android tersebut adalah AT1A* atau dengan cara mengecek di bagian system , namun hal ini mustahil dilakukan saat sebelum transaksi dengan penjualnya (kecuali penjualnya adalah kenalan atau mungkin saudara anda).

Kelebihan lainnya dari Evercoss AT1A* ini adalah implementasi layar Rhino Screen yang menjadikan layarnya lebih kuat dan penggunaan screen guard menjadi tidak terlalu berguna. Saya sempat meminjamkan tablet ini kepada keponakan saya yang cukup brutal main gamenya (dalam berbagai arti) dan juga melepas screen guard bawaan (karena mudah lepas dan tidak terlalu bagus kualitasnya), dari sinilah kekuatan Rhino Screen teruji sekali ketahanannya, tidak ada bekas goresan sama sekali pada tablet Evercoss AT1A* milik saya.




Packaging & Accessories

Saya pribadi sangat suka dengan tampilan belakang box dari Evercoss AT1A* ini yang cukup detail mendeskripsikan sejumlah fitur yang terdapat pada Tablet Android ini. Untuk Aksesorisnya terbilang lengkap karena selain memberikan aksesoris standar seperti Handsfree, Buku Manual, Buku garansi & Charger; Evercoss AT1A * juga memberikan kabel USB OTG (On The Go) & 1 buah leather case sintetik yang ‘matching’ dengan warna tabletnya (tersedia warna Hitam, Putih & Abu-abu).

Tentunya pemberian Leather Case Sintetik ini menjadi nilai plus karena selain melindungi Tablet Android Evercoss AT1A* anda juga tidak menghalangi dua fitur yang terdapat pada Evercoss AT1A* yaitu Kamera & Speaker ketika anda memakai Leather Case bawaan. Terlebih mencari Case dengan ukuran 7” yang pas di Tablet Android cukup sulit walaupun anda bisa membeli Case Universal tetapi penempatan lubang kamera dan lubang speaker terkadang tidak pada tempatnya untuk Case Universalnya.







Performance & Detail

Sesuai dengan iklan, performa dari Evercoss AT1A* ini memang dipersiapkan untuk mencicipi game 3D Android yang berat sekalipun karena telah dipersenjatai dengan CPU bertenaga Quad Core 1.3 GHz, GPU MALI 400 MP2 dan RAM 1 GB. Game berat sekalipun seperti Asphalt 8 Airborne HD telah saya cicipi menggunakan Evercoss AT1A* dengan setting maksimum dan kualitas grafis yang dihasilkan membuat saya takjub terlebih lagi hal ini terbilang enteng untuk Evercoss AT1A* manakala tidak timbul panas berlebih dari game berat ataupun tidak ada lag saat memainkan gamenya. Seolah memahami kebutuhan gamer akan kontinuitas bermain game di luar rumah, Evercoss juga memberikan daya baterai yang cukup besar yaitu sebesar 4100 mAH yang pastinya sangat-sangat mendukung gamer melanjutkan permainannya dalam waktu yang cukup lama

Testing Asphalt 8 Airborne HD 


Testing Persona 3 Portable (PPSSPP)




Evercoss AT1A* ini layak mendapatkan predikat sebagai salah satu Tablet Android Gaming yang memiliki performa gaming yang cukup baik di kelas low entry budget. Dikatakan terbaik di kelas low entry budget tidak menjadikan tampilan dari Evercoss AT1A* ini terkesan murahan, Performa mesin yang bagus juga disandingkan dengan tampilan tablet yang elegan seperti terlihat pada bagian belakang Evercoss AT1A* yang menyerupai tekstur bahan kulit namun terbuat dari plastik.
Kekurangan dari Evercoss AT1A* ini adalah output speakernya yang suaranya terkadang naik turun sendiri dan kualitas kamera yang tidak terlalu bagus karena hanya berkekuatan 3 Megapixel saja, terlebih lagi seolah tidak fokus pada fitur ini Evercoss juga tidak menyematkan fitur auto fokus pada kameranya.

Kualitas Foto (Indoor) 


*Untuk Kualitas Foto Outdoor akan sesegera mungkin ditambahkan.

Pros & Cons

+ Performa gaming sangat bagus.

+ kapasitas baterai cukup besar.

+ Murah.

- Suara speaker sering naik turun.  

- Kualitas kamera kurang bagus.

Conclusions

Sejatinya membeli perangkat Tablet Android memang tidak difokuskan untuk dijadikan perangkat penunjang aktifitas seperti smartphone karena bentuknya yang tidak ramah di saku serta kebanyakan orang membeli Tablet Android dipastikan sebagai penunjang untuk membuat orang tersebut menikmati sejumlah fitur multimedia yang ditawarkan seperti browsing di layar yang lebih luas, bermain game, mendengarkan lagu dan lain-lain.

Kekurangan pada kualitas speaker & kamera tidak terlalu vital menurut saya, karena komunitas Evercoss AT1A* di grup facebook memiliki solusi untuk membetulkan masalah speaker ini dan kekurangan pada kamera terbilang jamak saja karena kompetitor lainnya di segmen tablet 7” ini memang tidak pernah fokus pada kamera.  Oke sekian dari review saya kali ini semoga menjadi pertimbangan untuk para pembaca yang ingin membeli gadget murah namun berkualitas, nantikan review selanjutnya hanya di blog saya, Sephiawind.