All You Can Find About GARO Universe

Talks About The Golden Knight Universe, such as news, musics, lyrics etc

Shin Megami Tensei IV Tips

Looking for another SMTIV tips? Here's the place !!

PPSSPP Compatible Games For GPU MALI 400

See My Compatible List Before Downloading Your PSP Games for Your Android Device

Romaji Lyric

My New Finished Romaji Lyric

Action Figure Corner

My Hero in Action !!!

Torchlight 2

Review, Best Mods Ever, Etc

The Sims 4

Pages Under Development, Coming Soon

5/12/2016

April - May Loot: Gaming Gear


Pertengahan bulan Mei & awal bulan April saya kembali membelanjakan sejumlah uang untuk gaming gear penunjang Laptop ASUS GL552JX milik saya, yaitu mouse gaming Morrologic X-Craft Z8000NOIZ (tidak ada di foto, mungkin cari dari google saja jika penasaran) & ASUS Gaming Headset Cerberus.

Lagi-lagi karena waktu yang tidak bersahabat saya memutuskan untuk menunda review (sangat banyak yang ingin saya review namun waktu luang saya hampir tergerus oleh pekerjaan, mohon maaf). Jadi saya pada kesempatan yang sangat singkat kali ini akan memberikan tanggapan/sekedar preview untuk kedua barang ini.

Morrologic X-Craft Z8000NOIZ 

Morrologic X-Craft Z8000NOIZ adalah sebuah mouse gaming pabrikan Powerlogic. Untuk seri Morrologic ini sendiri sebenarnya versi untuk gamer yang low budget tetapi ingin merasakan sensasi gaming mouse premium. Saya sendiri dapat mouse gaming ini di harga Rp. 150,000,- . Cukup murah untuk mouse gaming berkekuatan 3200 CPI, memiliki 7 lighting effects, memiliki 6 tombol (5 diantaranya dapat dialih-fungsikan melalui program yang di download secara terpisah) &bonus mouse mat.

Hampir sebulan lamanya saya pakai mouse ini cukup nyaman digenggam dan body mouse nya cukup berbobot, terlebih untuk user dengan grip type palm seperti saya mouse ini sangat nyaman digunakan untuk bermain game-game favorit saya yang kebanyakan bergenre ARPG seperti Torchlight 2, Grim Dawn dan lainnya.

ASUS Cerberus Gaming headset 

Toko komputer langganan saya tempo hari mengabarkan sedang menyetok beberapa gaming gear di tokonya. Karena penasaran dengan barang baru apa saja yang ada di tokonya akhirnya saya mendatangi tokonya. Pucuk dicinta ulam pun tiba, seperti sedang berjodoh saya memang tengah mencari headset pengganti untuk Headset Philips saya yang sudah tidak nyaman dipakai (review ada di blog ini). Ada beberapa gaming headset yang menjadi primadona di toko langganan saya, dua diantaranya memiliki aksen merah hitam seperti laptop ASUS GL552JX milik saya yaitu SADES GPower & ASUS Cerberus.

Sebelum saya memilih ASUS Cerberus, saya sempat diperbolehkan untuk mengetes sebelum beli. SADES Gpower memang murah di kelasnya namun tidak dapat mengkover seluruh telinga saya dan menurut saya suara yang dihasilkan tidak cukup memuaskan telinga saya.

Pilihan akhirnya jatuh kepada ASUS Cerberus, yang memiliki dentuman Bass yang sangat menggelegar. Sampai tulisan ini terbit saya sudah menggunakannya untuk bermain game seperti Dragon Dogma Dark Arisen, Grim Dawn, Naruto Shippuuden Ultimate Ninja Storm 4 dan menonton film-film perang. Dentuman efek-efek menggelegar, suara langkah kaki, sampai suara lingkungan disajikan sangat detail oleh Headset ini.

Kelengkapan yang akan anda dapat saat membeli headset ini : mic yang dapat dicabut-sambung, buku garansi & kabel audio alternatif. Untuk harga saya mendapatkan ASUS Cerberus ini di harga Rp. 500,000,-


Beberapa bulan ini saya hampir tidak bisa update konten untuk blog ini jadi jika ada pertanyaan langsung saja posting di facebook page blog ini https://web.facebook.com/progamersdiary .

5/10/2016

[Preview] Tale of Wuxia


Apakah anda seorang gamer yang menggemari cerita dunia persilatan ala film-film silat ternama seperti Legend of Condor Heroes atau Return of Condor Heroes? maka game yang saya bicarakan kali ini mungkin saja memuaskan dahaga para gamer pecinta genre silat.

Tale of Wuxia (侠客风云传) dirilis dalam versi Steam pada 28 April lalu, walaupun sebenarnya game ini sudah lebih dahulu dirilis di negara asalnya yaitu China. Game yang memiliki genre RPG Turn Based ini bercerita tentang protagonist yang bercita-cita ingin menjadi seorang pendekar kuat. Dalam petualangan anda mencari kekuatan, anda akan bertemu dengan elemen-elemen yang menciptakan suasana berpetualang anda semakin bercita rasa dunia persilatan. Entah itu sekte-sekte kuat seperti sekte pengemis, sekte shaolin, sekte Wudang (mirip sekte pendeta Quan Zhen), referensi tokoh-tokoh terkenal dalam film silat yang akan dikutip dalam gamenya dan lainnya yang bisa ditemui dalam game.

Game ini memiliki fitur kustomisasi karakter yang bisa dibilang tidak cukup lengkap karena pemilihan gender dan portrait yang sudah dibuat harus mengikuti 'default' nya namun kita masih dapat memilih dengan bebas untuk build stats nya, apakah anda menginginkan karakter anda berfokus pada kecepatan, type kekuatan, type bertahan dan lain-lain.

Ada bermacam-macam jurus silat yang mungkin santer terkenal di telinga anda seperti jurus tongkat pemukul anjing, formasi shaolin, 18 tapak penakluk naga, jurus jari matahari dan lain-lain. Menariknya hal ini dapat dipelajari oleh karakter anda.

Sistem pengembangan stats karakter berfokus pada masa 4 tahun pelatihan karakter anda, jadi selama 4 tahun ini menentukan apakah anda mampu melaju ke tahun berikutnya atau tidak. 4 tahun yang ada dapat anda pergunakan untuk melatih diri seperti meningkatkan tenaga dalam, daya serang, persentase menghindar/serangan balik dan pertahanan yang karakter anda miliki.

Serupa dengan RPG kompleks pada umumnya pilihan yang anda buat dalam game akan mempengaruhi hubungan anda dengan NPC lainnya, apakah anda ingin berpihak pada kebajikan atau sebaliknya pada kejahatan.



Sampai tulisan ini terbit saya sudah memainkannya dengan update terakhir rilisan Steam. Tim developer berusaha mengurangi beberapa bug fatal yang terdapat pada versi sebelumnya namun translasi gamenya masih dirasa setengah-setengah karena sebagian teks masih berbahasa China.

4/11/2016

[Review] Smartfren Andromax E2

Smartfren Andromax E2
Price: IDR 899,999,-

Sebenarnya membeli Smartfren Andromax E2 bukan keputusan yang didasari karena saya telah memiliki seri pendahulunya yaitu seri Es. Terlebih karena yang saya incar adalah Smartfren Andromax R2 sedang habis stoknya di gerai resmi Smartfren. Tentunya sebagai suksesor seri E, konsumen setia mengharapkan harga yang hanya berbeda Rp. 100.000,- ini memiliki paling tidak 1-2 fitur unggulan, apa saja kelebihannya melalui review ini saya akan membeberkan pengalaman saya memakai Smartfren Andromax E2.

Spesifikasi

Dual Sim Card (4G LTE/CDMA & 2G GSM)
Layar: 4.5" FWVGA
ROM: 8 GB
RAM: 1 GB
Koneksi: Wifi & Bluetooth 4.0
OS: Android 5 (Lolipop)
GPU: Adreno 304
CPU: Snapdragon 212 Quad Core 1.3GHz Cortex A7
Camera: 5 Mp flash with Autofocus (Depan&Belakang)
Battery: 2000 mAh

Jika sebelumnya seri Andromax E ditangani oleh dua pabrik yaitu Hisense dengan produk Andromax Es nya dan Haier dengan produk Ec nya, maka suksesor dari seri E ini dimanufaktur oleh Haier seorang diri.

Packaging & Accessories 
Packaging pada seri E2 pun mengalami perubahan dalam hal warna yang mendominasi pada boxnya. Jika seri pendahalunya didominasi warna hitam maka pada seri suksesornya sekarang warna merah yang mendominasi menjadi andalan dari Smartfren.


Yang didapat selain tentu saja Smartphone Andromax E2 tidak banyak berubah jika dibandingkan dengan seri pendahulunya yaitu seri Es yang saya miliki. Buku manual, kartu garansi, earphone & charger (belum sempat difoto) sudang barang tentu menjadi barang yang wajib ada dalam pembelian seri smartphone ini.

The Phone




Smartfren Andromax E2 memiliki dimensi ukuran 4.5", artinya lebih besar 0.5" dibandingkan dengan seri Andromax Es maupun Ec. Bezel yang digunakan di seri smartphone ini berbahan dasar plastik agak licin namun secara keseluruhan pemakaian, seri smartphone ini cukup nyaman digunakan terlebih untuk anda yang memiliki jemari besar yang tidak memungkinkan mengoperasikan smartphone berukuran 4" dalam aktivitas sehari-hari.

Head to Head Es Vs E2



Akhirnya saya bisa membandingkan 2 smartphone dari 2 pabrikan berbeda, apa saya yang berbeda dan apa saja improvisasi yang diberikan mari simak saja pengalaman saya menggunakan Smartfren Andromax E2.

Music

Jika pada Smartfren Andromax Es music equalizer dipercayakan pada Dolby maka pada seri E2 ini Smartfren mempercayakannya kepada DTS. DTS pada Smartfren E2 memiliki kelebihan yang akan sangat terasa jika anda menggunakan earphone untuk mendengarkan lagu. Pasalnya, efek surround dan bass hanya akan dapat dipakai saat anda menggunakan earphone, saya akui ini bahkan melebihi kualitas suara yang dihasilkan Dolby. Sedangkan jika melakukan uji coba speaker, Smartfren Andromax Es menang mutlak karena semua efek equalizer dapat digunakan selain itu DTS hanya membekali equalizer nya dengan 1 profile dan Dolby memiliki 2 profile.

Battery

Saya sempat mengeluhkan kapasitas baterai di review Smartfren Andromax Es, pada Smartfren Andromax E2 ini kapasitas baterai layak diberikan pujian. 2000 mAh cukup untuk menemani aktivitas anda.

Camera
Kamera Smartfren Andromax E2 kini dilengkapi dengan auto fokus di kedua kameranya. Pencarian fokus tanpa menyentuh auto fokus di layar terbilang cukup cepat sekitar 3-4 detik.

Dimension

Sudah cukup jelas sebenarnya saya bahas diatas. Secara pemakaian Smartfren Andromax E2 lebih nyaman digenggam karena lebih besar cocok untuk anda yang memiliki jemari yang sering typo mengetik di layar 4".

VoLTE

VoLTE merupakan 1 fitur eksklusif yang hanya terdapat pada seri Smartfren Andromax terbaru yaitu E2 & R2. Fungsi VoLTE ini selain memperkuat tangkapan sinyal ketika anda dalam 4G mode juga memperjelas suara orang yang anda telepon.

Pros & Cons

+ Ukuran lebih besar dari pendahulunya
+ VoLTE, tangkapan sinyal jauh lebih baik dari seri Es
+ Performa baterai memuaskan

- Kamera memang dilengkapi dengan auto fokus yang responsif namun kualitas pengambilan gambar masih tetap didominasi dengan banyaknya noise pada gambar.
- Tidak ada peningkatan kualitas pada speaker, selain itu untuk kualitas music equalizer DTS belum cukup layak bertarung dengan Dolby

Conclusions

Untuk penggunaan sehari-hari Smartfren Andromax E2 sangat direkomendasikan dibandingkan dengan seri Ec/Es yang hanya memiliki kapasitas baterai 1500 mAh saja. Sisi konektivitas layak dipuji karena fitur VoLTE nya. sedangkan lainnya seperti kamera & musik mungkin menjadi 'PR' tersendiri untuk pabriknya yaitu Haier. Untuk performa jujur saya belum sempat melakukan uji coba gaming dan hasil uji coba kameranya pun belum sempat saya posting ketika tulisan ini terbit, namun untuk pembaca yang ingin tahu anggap saja ini preview sebelum saya lengkapi artikel ini.

3/27/2016

Finally Making A Comeback : New Loots This Year

Akhirnya setelah sekian lama saya bisa kembali ke blog ini walaupun sebenarnya bukan dalam mood untuk menulis kembali. Sebelumnya saya minta maaf kepada pembaca dan mengucapkan selamat hari raya Natal, Tahun Baru, Imlek, dan sekarang Paskah bagi yang merayakan (mohon maaf bila ada hari raya yang terlewat). Vakumnya saya di blog ini terlebih karena kewajiban saya menafkahi hidup dan hobby saya (ceileh bahasanya hehehehe ... tapi faktanya memang benar).

Sebenarnya sebelum pamit dari dunia blogging saya sudah menyertakan page yang bisa pembaca lihat yaitu official facebook page blog ini https://www.facebook.com/progamersdiary/ . Memang bukan review atau pembahasan tentang apapun namun sebagai koneksi tercepat sementara secara langsung ke saya sendiri.



Oh ya, sesuai judul tahun ini ada belanja beberapa barang 2 diantaranya : ASUS ROG GL552JX & Andromax E2. Saya tengah mempersiapkan review keduanya tapi sampai saat ini belum bisa janji kapan review akan keluar. Ok Sekian & Terima Kasih